Lompat ke konten
Home » Catatan Sejarah Piala Dunia

Catatan Sejarah Piala Dunia

Bicara tentang sepakbola tak lengkap tanpa sejarah Piala Dunia yang telah diadakan sejak tahun 1930 dan pamornya melebihi Olimpiade. Meskipun baru diadakan sekitar 34 tahun setelah Olimpiade pertama digelar, Piala Dunia mampu menarik animo fans lebih tinggi. Kejuaraan sepakbola piala dunia diselenggarakan setiap empat tahun sekali dan hampir selalu ada peristiwa bersejarah di tiap edisinya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sejarah Piala Dunia

Sejarah Piala Dunia bukan hanya berkaitan dengan para juara dan pemain legendaris, namun juga tentang berbagai rekor yang pernah muncul, laga-laga penting yang merubah wajah sepakbola serta kemenangan-kemenangan bersejarah yang tidak akan terlupakan.

Daftar Juara Piala Dunia

Sejak pertama kali digelar di Uruguay 1930, hanya delapan negara yang pernah meraih gelar juara dunia. Mereka adalah tim-tim yang mapan di dua wilayah konfederasi saja, Eropa dan Amerika Selatan. Berapa kali Brasil dan Argentina juara piala dunia? semua ada di daftar parade juara di bawah ini. Bagaimana dengan Portugal? Sayangnya, mereka belum sekalipun merengkuh gelar. Begitu juga dengan tim-tim dari Afrika, Asia, Oseania atau Amerika Utara yang masih kesulitan untuk bahkan untuk sekedar lolos ke final. Apakah di edisi Piala Dunia 2022 kali ini akan muncul juara baru dari benua baru atau tim-tim mapan masih mendominasi? Menarik untuk ditunggu. Satu hal yang pasti, bola itu bundar, tak ada yang tidak mungkin dalam sepakbola.

Berikut ini adalah daftar juara piala dunia lengkap dengan hasil di partai puncak:

1930 di Uruguay                                 Uruguay vs Argentina 4-2

1934 di Italia                                       Italia vs Cekoslovakia 2-1

1938 di Prancis                                   Italia vs Hungaria 4-2

1950 di Brasil                                      Uruguay vs Brasil 2-1

1954 di Swiss                                      Jerman vs Hungaria 3-2

1958 di Swedia                                   Brasil vs Swedia 5-2

1962 di Cile                                        Brasil vs Cekoslovakia 3-1

1966 di Inggris                                    Inggris vs Jerman 4-2

1970 di Meksiko                                 Brasil vs Italia 4-1

1974 di Jerman (Barat)                       Jerman vs Belanda 2-1

1978 di Argentina                               Argentina vs Belanda 3-1

1982 di Spanyol                                  Italia vs Jerman 3-1

1986 di Meksiko                                 Argentina vs Jerman 3-2

1990 di Italia                                       Jerman vs Argentina 1-0

1994 di AS                                          Brasil vs Italia 0-0 (3-2)**

1998 di Prancis                                   Prancis vs Brasil 3-0

2002 di Jepang-Korea Selatan            Brasil vs Jerman 2-0

2006 di Jerman                                    Italia vs Prancis 1-1 (5-3)**

2010 di Afrika Selatan                        Spanyol vs Belanda 1-0 *

2014 di Brasil                                      Jerman vs Argentina 1-0 *

2018 di Rusia                                      Prancis vs Kroasia 4-2

* = melalui perpanjangan waktu

** = melalui adu penalti

Rekor-rekor Piala Dunia

Sepanjang sejarah, ajang ini telah menghasilkan sejumlah rekor, baik yang berkaitan dengan tim, pemain, pelatih hingga penonton.

  • Rekor peraih gelar terbanyak Piala Dunia adalah Brasil. Tim Samba merengkuh gelar lima kali di edisi Piala Dunia 1958, 1962, 1970, 1994 dan 2002.
  • Rekor finalis terbanyak adalah Jerman. Tim Panzer menjuarai sebanyak empat kali di edisi 1954, 1974, 1990, dan 2014 serta menjadi runner-up juga sebanyak empat kali di 1966, 1982, 1986, dan  2002.
  • Rekor pencapaian terbaik sebagai tuan rumah dipegang oleh enam tim yaitu Uruguay (1930), Italia (1934), Inggris (1966), Jerman (1974), Argentina (1978) dan Prancis (1998). Mereka berhasil menjadi tuan rumah sekaligus juara dunia.
  • Rekor pencapaian terburuk bagi tuan rumah diderita oleh Afrika Selatan (2010) yang gagal lolos ke perdelapan final.
  • Rekor pemain dengan pemenang Piala Dunia terbanyak dipegang oleh penyerang legendaris Brasil, Pele. Ia meraihnya sebanyak tiga kali di 1958, 1962 dan 1970.
  • Rekor pemain yang berhasil meraih juara sebagai pemain dan pelatih dipegang oleh tiga legenda yaitu Mario Zagallo (menjadi pemain di 1958 dan 1962 kemudian menjadi pelatih di 1970), Franz Beckenbauer (menjadi pemain di 1974 dan pelatih di 1990) dan Didier Deschamps (menjadi pemain di 1998 dan pelatih di 2018).
  • Rekor pencetak gol terbanyak di putaran final Piala Dunia masih dipegang eks penyerang Jerman yang pernah bermain di Bayern Munich dan Lazio, Miroslav Klose. Top skor di edisi 2006 ini total mencetak 16 gol dari Piala Dunia 2002 hingga 2014.
  • Rekor pencetak gol terbanyak di satu edisi masih dipegang oleh penyerang Prancis Just Fontaine yang sukses membobol gawang lawan 13 kali di Piala Dunia 1958.
  • Rekor bermain tanpa kebobolan terbanyak bagi kiper dimiliki oleh dua kiper legendaries, Peter Shilton dari Inggris dan Fabian Barthez asal Prancis dengan masing-masing sepuluh pertandingan. Shilton melakukannya sejak Spanyol 1982 hingga Italia 1990, sementara Barthez melakukannya dari Prancis 1998 hingga 2006.

Brasil vs Uruguay 1950

  • Rekor penonton terbanyak terjadi saat pertandingan final Piala Dunia 1950 saat tuan rumah Brasil ditantang Uruguay. Tercatat 199.854 penonton menjadi saksi kekalahan tim Samba dari negeri tetangganya.

Para Legenda

Legenda sepakbola hampir selalu muncul di tiap edisi Piala Dunia. Begitu banyaknya pemain legenda yang muncul, sehingga hampir tidak mungkin memilih 23 pemain legendaris di Piala Dunia tanpa perdebatan. Berikut ini adalah skuad pemain legendaris sepanjang sejarah versi website kami.

Kiper:

Lev Yashin (Uni Soviet) tampil di edisi 1958, 1962, 1966 dan 1970.

Prestasi terbaik: Semifinalis di Inggris 1966.

Bek:

– Franz Beckenbauer (Jerman (Barat)) tampil di edisi 1966, 1970 dan 1974.

Prestasi terbaik: Juara di Jerman 1974.

– Bobby Moore (Inggris) tampil di edisi 1962, 1966.

Prestasi terbaik: Juara di Inggris 1966.

– Lilian Thuram (Prancis) tampil di edisi 1998, 2002 dan 2006

Prestasi terbaik: Juara di Prancis 1998

– Phillip Lahm (Jerman) tampil di edisi 2006, 2010 dan 2014.

Prestasi terbaik: Juara di Brasil 2014.

Gelandang:

– Lothar Matthaus (Jerman) tampil di edisi  1982,1986, 1990, 1994, dan 1998

Prestasi terbaik: Juara di Italia 1990

– Johan Cryuff (Belanda) tampil di edisi 1974

Prestasi terbaik: Runner-up di Jerman 1974

– Zinedine Zidane (Prancis) tampil di edisi 1998, 2002 dan 2006

Prestasi terbaik: Juara di Prancis 1998

Penyerang:

– Diego Maradona (Argentina) tampil di edisi 1982, 1986, 1990 dan 1994

Prestasi terbaik: Juara di Meksiko 1986

– Pele (Brasil) tampil di edisi 1958, 1962, 1966,  dan 1970

Prestasi terbaik: Juara di Swedia 1958 dan Meksiko 1970.

– Ronaldo Luiz Nazario (Brasil) tampil di edisi 1994, 1998, 2002 dan 2006

Prestasi terbaik: Juara di Jepang-Korea 2002

Cadangan:

Kiper: Dino Zoff (Italia), Gordon Banks (Inggris)

Bek: Fabio Cannavaro (Italia), Paul Breitner (Jerman), Daniel Passarella (Argentina), Djalma Santos (Brasil)

Gelandang: Bobby Charlton (Inggris), Andres Iniesta (Spanyol), Michael Platini (Prancis)

Penyerang: Garrincha (Brasil), Gerd Muller (Jerman), Ferenc Puskas (Hungaria)

 

Laga-laga Penting dalam Sejarah Piala Dunia

Sederet laga-laga penting pernah terjadi di sepanjang sejarah penyelenggaraan even olahraga terbesar di dunia empat tahunan ini, namun hanya di putaran final, bukan di babak kualifikasi piala dunia. Berikut ini adalah laga-laga penting yang tidak terlupakan.

Cile vs Italia di edisi 1962: Salah satu partai terbrutal dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. Laga yang bertajuk ‘Pertempuran Santiago’ ini diwarnai kericuhan antar pemain dari kedua kesebelasan hingga dua pemain dikeluarkan dari lapangan plus melibatkan pihak kepolisian untuk melerai kedua tim. Pertandingan kedua babak penyisihan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk tuan rumah. Laga inilah yang menjadi referensi diciptakannya kartu kuning dan kartu merah dalam sepakbola.

Italia vs Jerman di edisi 1970: Ini adalah laga semifinal terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Kedua tim saling bertukar serangan di babak perpanjangan waktu setelah hanya bermain imbang 1-1 selama 90 menit. Kemenangan akhirnya menjadi milik tim Gli Azzurri dengan skor 4-3.

Jerman vs Austria di edisi 1982. Laga ini dikenal dengan tajuk ‘Dagelan Gijon’ karena kedua tim diindikasi ‘bermain mata’ untuk lolos sekaligus menyingkirkan Aljazair yang sempat mempermalukan tim Panzer di pertandingan pertama. Skema bermain mata itu memungkinkan karena saat itu pertandingan ketiga di penyisihan grup tidak digelar di jam yang sama. Alhasil, Jerman yang memerlukan kemenangan pun melenggang ke putaran kedua dengan hasil tipis 1-0, cukup juga untuk meloloskan Austria sekaligus menggagalkan ambisi Aljazair untuk melaju di babak berikutnya. Gara-gara partai yang digelar di kota Gijon inilah FIFA menetapkan jam yang sama untuk setiap pertandingan ketiga di babak penyisihan sejak 1986.

Spanyol vs Belanda di Final edisi 2010. Laga ini adalah final yang pertama kalinya mempertemukan dua finalis yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Partai yang ketat hingga perpanjangan waktu sebelum akhirnya Andres Iniesta membawa La Furia Roja berjaya.

Brasil vs Jerman di edisi 2014. Laga semifinal ini seharusnya menjadi partai seru antara tuan rumah dan salah satu favorit juara. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Brasil yang turun tanpa Neymar akibat cedera punggung jadi bulan-bulanan permainan atraktif kolektif counterpressing yang dimodifikasi dengan bola-bola pendek dari tim Panser. Alhasil, kekalahan 1-7 dari Jerman ini merupakan petaka terburuk dalam sejarah penampilan Brasil di Piala Dunia.

Kemenangan Krusial di Piala Dunia

Italy vs South Korea World Cup 2002

Di samping laga-laga penting diatas, banyak juga partai yang menghadirkan kemenangan krusial nan bersejarah dalam Piala Dunia. Pertandingan-pertandingan tersebut tidak selalu terjadi di final, namun selalu layak untuk diingat.

Brasil vs Uruguay di final edisi 1950. Partai final yang paling menyesakkan bagi kubu tuan rumah Brasil sekaligus paling di luar dugaan. Menjadi tuan rumah dan favorit utama, siapapun pasti akan mengharapkan gelar ditangan. Namun apa dinaya, tim Samba dipermalukan oleh Uruguay 1-2, meski sudah unggul satu gol terlebih dahulu.

Hungaria vs Jerman di final edisi 1954. Ini adalah partai paling ajaib yang pernah terjadi. Tim Magyar menjadi unggulan utama setelah membungkam Jerman 8-3 di babak penyisihan. Di laga inipun mereka sudah unggul 2-0 namun tim Panzer membalikkan keadaan dan menang 3-2. Peristiwa yang dikenal sebagai ‘Keajaiban Bern’ ini begitu dieluk-elukan oleh publik Jerman sampai muncul berita adanya indikasi doping dari Die Mannschaft saat itu namun tidak dihiraukan oleh FIFA.

Brasil vs Swedia di final edisi 1958. Ini adalah partai yang menandakan lahirnya legenda Pele. Pemain termuda yang menjadi jawara dunia ini pada awalnya bukanlah pemain pilihan utama tim Samba sampai akhirnya badai cedera menimpa Brasil di laga perempat final. Tampil tanpa beban Pele pun menjadi bintang di dua laga akhir sekaligus memberikan gelar pertama bagi negaranya. Skor akhir 5-2.

Korea Utara vs Italia di edisi 1966. Ini adalah untuk pertama kalinya tim Asia mampu melaju hingga babak perempat final dimana partai ini menjadi penentu lolos kedua tim. Tak disangka Korut mampu mempermalukan Italia 1-0.

Jerman vs Aljazair di edisi 1982. Salah satu kekalahan memalukan Jerman di Piala Dunia dimana mereka ditaklukkan tim debutan Aljazair 2-1. Itulah kemenangan pertama tim Afrika atas tim unggulan di ajang ini.

Korea Selatan vs Italia di edisi 2002. Untuk kedua kalinya Italia diganjal tim asal Asia. Jika di Inggris 1966 Korut yang melakukannya, di 2002 giliran Korsel yang mengikuti keberhasilan saudara mereka tersebut dengan membungkam Fabio Cannavaro dkk dengan skor 2-1 di babak 16 besar. Taeguk Warriors pun melaju jauh hingga semifinal.