Lompat ke konten
Home » Fakta Menarik Piala Dunia

Fakta Menarik Piala Dunia

Fakta menarik piala dunia selalu menjadi bagian unik yang tak terpisahkan dalam kejuaraan internasional empat tahunan ini.

Fakta menarik pun sudah pasti akan muncul di piala dunia edisi kali ini, mengingat keunikan Qatar sekaligus kontroversi yang muncul sejak ditunjuknya negara kecil di jazirah Arab ini menjadi tuan rumah sekitar enam tahun lalu. Berikut ini adalah sejumlah fakta menarik piala dunia 2022 dan fakta lainnya seputar kompetisi terpopuler di dunia ini.

Piala Dunia 2022 Qatar

Fakta Menarik Piala Dunia 2022

Qatar 2022 akan selalu menjadi bagian dalam sejarah piala dunia karena keunikan yang dimilikinya, mulai dari segi geografis negara tersebut, ekonomi hingga teknologi yang telah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan modern, terlebih di masa pandemi yang belum usai ini. Tak heran jika hal tersebut akan berpengaruh pada berbagai hal lain dalam penyelenggaraan piala dunia edisi kali ini.

Piala Dunia di Musim Dingin

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang world cup akan diadakan di musim dingin, tepatnya pada tanggal 21 November hingga 18 Desember. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat suhu rerata di Qatar pada musim panas adalah sekitar 50 derajat Celsius, sementara di akhir tahun suhu lebih bersahabat dan tanpa salju karena iklim gurun yang dimiliki negeri tersebut. Tak heran jika hal ini pada awalnya dikritisi oleh negara-negara dari konfederasi lain mengingat selama ini piala dunia selalu diadakan di musim panas dimana kompetisi-kompetisi elit dunia sedang libur panjang. Pada akhirnya, negara-negara di UEFA pun, yang menjadi pusat liga-liga papan teratas sepakbola, harus menyesuaikan kompetisinya dengan menggeser jadwal dan menyisipkan jeda menjelang akhir tahun demi persiapan timnas mereka.

Piala Dunia Serba Minimal Rasa Maksimal

Piala dunia 2022 ini bisa dibilang serba minimal dari segi angka. Qatar adalah negara terkecil sejauh ini yang pernah menjadi tuan rumah, dan bukan tidak mungkin sepanjang sejarah mengingat mulai edisi berikutnya jumlah kontestan akan bertambah menjadi 48 tim yang berarti memerlukan wilayah yang lebih luas dan bahkan kerjasama antar dua negara atau lebih. Otomatis waktu yang diperlukan setiap tim atau para fans untuk berpindah dari stadion satu ke yang lain relatif tidak lama. Selain itu, negeri yang memiliki populasi 2.7 juta jiwa ini juga hanya menyediakan delapan stadion, jumlah yang termasuk paling sedikit dalam sejarah piala dunia. Tak hanya itu, durasi penyelenggaraan turnamen pun lebih pendek, yaitu 28 hari, alih-alih 30 hari seperti edisi-edisi sebelumnya.

Meski begitu minimal dari segi angka bukan berarti selalu negatif. Pemerintah setempat bersama FIFA justru berusaha mengimbanginya dengan kepuasan maksimal bagi para fans dan tim yang berlaga.Tercatat, piala dunia edisi kali ini termasuk yang termahal dalam sejarah. Negeri di Teluk Persia ini telah menghabiskan 200 milyar dollar AS untuk mempersiapakn sarana dan prasarana kelas atas mulai dari stadion, akomodasi, sistem transportasi publik, jalan raya dan sebagainya demi kesuksesan ajang ini. Qatar juga tak tanggung-tanggung menyediakan semua stadion dengan fasilitas full AC untuk kenyamanan para penonton dan pemain saat laga berlangsung. Selain itu, venue pertandingan yang digunakan memiliki keunikan desain tersendiri yang menonjolkan kearifan lokal sekaligus futuristik.

Piala Dunia di Jazirah Arab dan Negara Muslim

Qatar 2022

Kejuaraan sepakbola dunia ini juga pertama kalinya diadakan di jazirah Arab yang identik dengan populasi mayoritas muslim. Qatar pun adalah salah satunya. Meski begitu, publik tidak perlu ragu akan isu keamanan di negeri ini mengingat Qatar adalah salah satu negara teraman dan termaju di Timur Tengah. Letaknya yang di berada di antara dunia barat dan timur justru sangat strategis bagi industri pariwisata sehingga tak ada alasan untuk khawatir.

Selain itu, meski merupakan negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan terikat  ajaran agama Islam yang identik dengan pelarangan konsumsi alkohol, antipati terhadap LGBT dan keharusan berpakaian tertutup, pemerintah setempat sudah mempersiapkan solusinya. Qatar telah menyediakan sejumlah zona fans (fans zone) di berbagai area yang menganulir aturan-aturan muslim tersebut. Selain itu, masyarakat Qatar termasuk bagian dari masyarakat muslim modern yang terbuka, moderat dan toleran terhadap perbedaan, bukan termasuk golongan yang konservatif, apalagi tertutup.

Piala Dunia dengan Undian Lebih Awal

Undian babak penyisihan grup merupakan salah satu milestone penting dalam penyelenggaraan dimana tim-tim yang lolos akhirnya mengetahui lawan-lawan yang dihadapi sekaligus rute perjalanan ke final. Sedangkan bagi pihak penyelenggara, hasil undian berguna untuk pencetakan tiket, publikasi dan segala hal yang berkaitan dengan promosi sekaligus informasi jadwal pertandingan. Umumnya, undian dilakukan setelah tim yang lolos diketahui secara lengkap. Lalu bagaimana jika undian dilakukan dua bulan lebih awal? Hal ini yang menjadi salah satu keunikan tersendiri. FIFA menjadwalkan undian babak penyisihan grup pada tanggal 1 April, dimana masih ada dua tiket tersisa yang akan diperebutkan satu wakil dari masing-masing zona Asia, Amerika Selatan, Amerika Utara dan Oseania dalam babak playoff internasional. Tidak diketahui alasan dibalik keputusan ini. Namun tampaknya FIFA mengikuti apa yang telah dilakukan UEFA di Piala Eropa 2020 yang lalu dimana konfederasi sepakbola Eropa tersebut melakukan undian babak penyisihan grup sebelum babak playoff dimulai.

Piala Dunia Transisi bagi Generasi Baru

Qatar 2022 tak pelak merupakan piala dunia transisi bagi para bintang dimana  akan terjadi peralihan generasi pemain bintang di lapangan. Para pemain top di era 2000 dan 2010an seperti Lionel Messi, Neymar, Manuel Neuer plus Cristiano Ronaldo dan Zlatan Ibrahimovic (jika lolos dan masuk skuad) hampir bisa dipastikan akan tampil untuk terakhir kalinya di edisi kali ini. Sementara pemain baru bertalenta siap muncul melanjutkan estafet kebintangan mereka. Nama-nama seperti Pedri, Dusan Vlahovic, Julian Alvarez, Mason Mount, Joao Felix, Serge Gnabry, Vinicius Jr hingga Gianluigi Donnarumma (jika lolos) akan menjalani debutnya di Qatar nanti.

Di samping itu itu, piala dunia kali ini akan menjadi yang terakhir bagi format 32 tim yang dibagi dalam delapan grup di babak penyisihan. Untuk edisi selanjutnya di AS, Meksiko dan Kanada, peserta akan ditambah menjadi 48 tim dengan format penyisihan grup yang baru, yaitu 16 grup berisi tiga tim tanpa ada hasil seri. Hasil imbang akan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Fakta Menarik tentang Piala Dunia Lainnya

Selain Piala Dunia 2022 yang unik sedari awal, masih ada sejumlah fakta menarik lainnya yang berhubungan dengan piala dunia. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

Tentang Performa Tim

Brasil menjadi satu-satunya tim yang tidak pernah absen di setiap edisi Piala Dunia. Selain itu tim Samba juga merupakan negara yang paling sering dianugrahi penghargaan tim paling fair play sepanjang turnamen, yaitu sebanyak empat kali (1982, 1986, 1994 dan 2006).

Jerman dan Argentina juga merupakan dua tim yang paling sering bertemu di final Piala Dunia. Setidaknya sudah tiga kali bersua, di 1986, 1990 dan 2014. Rekor ini masih akan bertambah mengingat kedua tim ini masih berada di level atas.

Selain itu, Brasil, Spanyol dan Jerman adalah tiga tim yang pernah menjadi juara di luar kandang konfederasi mereka. Brasil bahkan pernah menjadi kampiun di hampir setiap wilayah, 1958 di zona UEFA, 1962 di kandang CONMEBOL sendiri, 1970  dan 1994 di wilayah CONCACAF serta 2002 di AFC. Spanyol menjadi jawara di tanah Afrika (CAF), sedangkan Jerman melakukannya di zona CONMEBOL di 2014 lalu.

Tentang Pemain

Lionel Messi World Cup 2022

Dalam 21 kali penyelenggaraan piala dunia, lebih dari setengahnya, atau tepatnya di sebelas edisi, pemain terbaik selama turnamen bukan dari tim yang menjuarainya. Hal itu terjadi di edisi 1938, 1950, 1954, 1974, 1990, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014 dan 2018. Di Jepang-Korea 2002, bahkan pemenangnya adalah kiper tim Panzer, Oliver Kahn, sebagai satu-satunya kiper yang pernah meraih penghargaan tersebut sekaligus kiper terbaik sepanjang turnamen.

Tercatat tiga pemain pernah bermain di lima edisi piala dunia yaitu kiper Meksiko Antonio Carbajal (1950 -1966), kapten Jerman Lothar Mathhaus (1982-1998) serta eks bek Barcelona asal Meksiko Rafael Marquez (2002-2018). Duo Messi-Ronaldo jika kembali masuk skuad dan lolos ke putaran final (Portugal masih harus berjuang via playoff), akan mengikuti jejak ketiga pemain diatas.

Tentang Gol

Ada enam pemain yang meraih penghargaan top skor di Cile 1962 dengan jumlah gol paling sedikit dalam sejarah pencetak gol terbanyak selama turnamen, yaitu empat gol saja. Saat itu, perhitungan assist belum diberlakukan untuk menentukan pemenang, seperti yang pernah terjadi di Afrika Selatan 2010. Sehingga Valentin Ivanov (Uni Soviet), Leonel Sanchez (Cile), Vava dan Garrincha (Brasil), Florian Albert (Hungaria) dan Drazan Jerkovic (Yugoslavia) harus berbagi gelar. Sementara di Piala Dunia 2010, Thomas Muller menjadi top skor mengungguli tiga saingannya yang juga mencetak lima gol yaitu David Villa (Spanyol), Diego Forlan (Uruguay) dan Wesley Sneijder (Belanda), karena mencetak lebih banyak assist.

Enam gol adalah jumlah gol yang paling sering menjadi jumlah gol penentu menjadi top skor. Setidaknya delapan kali top skor piala dunia mencetak enam gol saja yaitu di edisi 1978 hingga 1998, serta 2014 dan 2018. Hristo Stoichkov dan Oleg Salenko adalah pemain yang harus berbagi gelar tersebut di tahun 1994 karena selain keduanya mencetak gol dan assist yang sama, belum ada pertimbangan durasi penampilan selama turnamen.

Penyerang Argentina di era 1990an, Gabriel Batistuta menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak hattrick di dua edisi 1994 dan 1998. Sedangkan penyerang Inggris Geoff Hurst menjadi satu-satunya pemain yang mencetak hattrick di final.

Sementara perihal gol bunuh diri, Piala Dunia 2018 mencatat jumlah gol bunuh diri terbanyak dalam satu turnamen, yaitu 12 gol. Sedangkan di empat edisi yaitu Italia 1934 dan 1990, Swedia 1958 dan Cile 1962, tidak ada satu pun gol bunuh diri yang tercipta.

Tentang Adu Penalti

Dalam hal adu penalti, Inggris menjadi tim yang paling sial dalam adu tos-tosan in. Bersama Italia dan Spanyol, mereka menderita tiga kali kekalahan. Sementara Jerman dan Argentina menjadi tim yang paling sering unggul saat harus mengakhiri laga dengan cara ini. Keduanya menang empat kali sepanjang sejarah Piala Dunia.

Tentang Penonton

Dari segi penonton, Piala Dunia AS 1994 tercatat memiliki rekor rerata penonton tertinggi, yaitu sebanyak 68.991 orang di setiap laga. Sementara rekor penonton terendah terjadi di Italia 1934 dengan rata-rata 23.235 penonton saja per pertandingan.